Rabu, 15 Juli 2009

inilah cinta sejati ibu.
cinta dari anak mu yang tak perlu kau tunggu
tapi dia tumbuh bersama doa malam yang teduh
tak tersentuh oleh mata dunia yang palsu
petunjuk yang selalu datang...
dari ruang para malaikat yang sanggup melihat tak kenal pekat. tak lekang oleh zaman yang kan terus melaju
takkan habis oleh waktu.
karena kecantikan mu tersimpan dihati
dalam pesona yang selalu menjaga jiwa
yang menjadikan dunia menjadi surga
sebelum surga sebenarnya
yang membuat hidup ku lebih hidup
dari kehidupan sebenarnya
seperti sungai yang mengalir
bening air dan kasih sayangmu pun selalu artikan keseimbangan syair.
dirimu yang selalu menerima ku dengan kesabaran meski aku banyak memiliki kekurangan.
tetapi dirimu menerima kekuranganku sebagai kesempatan
dan kelebihan sebagai kekuatan
lalu saling mengisi seperti matahari dan bulan
dalam kesetiaan ruang kesolehan dan kasih sayang.


Inilah syair untukmu ibu.
Sekedar pengharapanku agar kau tahu.
Setulus kewajibanku sebagai seorang anak.
Membingkai kenangan kita.
Butiran2 kenangan perjalanan waktu. ...
Waktu yang selalu kuingat dalam sentuhan wejanganmu.
Diujung pintu rumah ku berlalu.
Demi ilmu aku meninggalkan mu.
Tapi jalan hidup adalah nuansa.
Nuansa yang ingin kujawab dengan kebenaran yang sempurna.
Ber-antah logika yang harus kuterima,logika dari fakta konsekuensi ujung hati yang ingin bicara, tentang fakta,tentang realita yang kutemukan bersama cinta empunya surga.

1 komentar:

  1. Hello Donna!

    Sorry, coz i took a long time to reply your email. My first question, which material you look forward? If it is all about communication, God wills i can help you. If you link to my blog which is http://intanlal.blogspot.com you can see certain thing i talked about communication and i also built a link to libraries and also journal. May be u can access it 1st. Thanks for email me. :) Look forward.

    BalasHapus